Kalau ngomongin nightlife Jakarta, lo udah tau pilihannya sekarang banyak banget. Mulai dari club yang isinya jedag-jedug, sampai tempat lebih classy yang musiknya lebih santai di telinga, enak dinikmatin sambil ngobrol, minum-minum, atau enjoy ambience aja.
Nah, buat lo yang baru mulai explore dunia nightlife, kadang genre musik EDM tuh kedengerannya mirip semua. Padahal tiap genre punya struktur, tempo, dan bikin suasana beda-beda tiap DJ-nya.
Biar nggak salah pilih tempat party, yuk kenalan dulu sama beberapa genre musik club yang sering diputer di nightlife scene. Siapa tau, lo bisa lebih cocok sama genre dan DJ tertentu.
Table of Contents
Apa Itu Musik EDM?

Kita mulai dulu dari istilah payungnya. Musik EDM atau Electronic Dance Music adalah musik elektronik yang memang dibuat buat dance floor. Ciri khasnya biasanya ada beat repetitif, bass yang berasa, dan ritme musik yang bikin mau joget.
Tujuan dari musik ini, ya… jelas buat ditumpahin di nightclub dimana orang-orang bisa berdansa lepas dan have fun sepenuhnya mengikuti irama musik.
Di dalam EDM sendiri ada banyak subgenre dengan karakter masing-masing. Ada yang santai dan groovy, ada juga yang keras dan bikin adrenaline naik.
House

Dari namanya, mungkin kepikiran ini kayak musik rumahan. Memang nggak salah sih, sebenernya dibanding genre musik EDM lainnya, house adalah salah satu tipe musik yang lebih easy-listening dan santai.
House music punya beat 4/4 yang repetitif dan gampang diikutin. Temponya juga nggak terlalu agresif, jadi enak buat socializing sambil tetep menikmati musik.
Makanya genre ini sering banget diputer di lounge, rooftop, beach club, atau bar yang crowd-nya lebih santai dan stylish dibanding full party mode.
Techno/Hard Techno

Buat lo yang ngefans sama musik tempo yang lebih sedikit intens, techno jawabannya.
Techno lebih identik sama beat yang intense, hypnotic, dan kadang bikin atmosfer yang gelap dan edgy. Bass-nya lebih keras, temponya lebih cepat, dan repetisinya sengaja dibuat buat bikin orang tenggelam di musik.
Kalau udah masuk hard techno atau hardbass, biasanya dentumannya makin keras dan makin energik.
Genre EDM ini sering muncul di rave party atau warehouse party yang fokusnya full experience. Lampu gelap, visual intense, dan crowd yang emang datang buat all-out dancing.
Trance

Kalau techno fokus di energi, trance lebih main di feeling dan atmosfer.
Genre ini biasanya punya melodi yang lebih ngalir, dreamy, dan emosional. Kadang ada vokal ringan, synth yang uplifting, plus build-up panjang sebelum akhirnya masuk ke drop atau klimaks lagu.
Makanya banyak orang suka trance karena rasanya lebih bikin emosional dibanding sekadar beat kenceng buat joget.
Progressive

Progressive music punya karakter yang agak unik dibanding genre EDM lain.
Biasanya musik progressive nggak terlalu fokus ke drop yang langsung hype atau bass yang agresif. Sebaliknya, genre ini lebih pelan berkembangnya. Setiap beat, layer musik, dan atmosfernya naik sedikit demi sedikit sampai akhirnya kerasa immersive.
Di nightlife, yang paling sering diputer biasanya progressive house. Karakternya lebih deep, smooth, dan berasa “niat” buat bangun mood sepanjang set DJ.
Makanya progressive sering disukai orang yang lebih menikmati perjalanan musiknya dibanding nunggu momen jedag-jedug atau beat drop.
Coba Pengalaman Clubbing baru di ESCAPE

Buat lo para pecinta musik house, trance, progressive, atau techno, wajib bangetdateng ke ESCAPE Jakarta. Disini musisi dan DJ dikurasi betulan buat audiens yang mau pengalaman nightlife khusus genre musik EDM yang refined, mature, dan classy. Contoh DJ papan atas yang sering main termasuk Alter Ego, Bobby Suryadi, Trance N Dance, Innerlight, dan masih banyak lagi.
Tema venue-nya yang industrial-brutalist sekaligus intimate dijamin bikin lo gampang mingle sama tamu lain. Apalagi, setiap hari Rabu bakal ada Girls Night Out yang ngasih free entry buat semua tamu perempuan.
So, what are you waiting for? ESCAPE Jakarta pasti jadi tempat go-to lo kalo udah sumpek sama kehidupan kota.
Reserve your spot now!
